English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pages

IKATAN KIMIA (Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen )


Saat dua atom atau lebih saling berdekatan, maka elektron elektron pada setiap atom akan mengalami interaksi dan akan membentuk suatu susunan elektron baru pada seputar inti atom. Pada kondisi ini, terjadilah suatu ikatan kimia. Ikatan kimia merupakan suatu ikatan yang terjadi antara antar atom, ion, atau antar molekul.

Gas mulia (Golongan IV) merupakan golongan atom yang sulit untuk berikatan dengan atom lain.Hal ini xisebabkan karena pada Gas mulia memiliki sifat yang stabil. 

Konfigurasi elektron pada gas mulia : 

2 He : 2

12 Ne : 2, 8

18 Ar : 2, 8, 8

36 Kr : 2, 8, 18, 8

54 Xe : 2, 8, 18, 18, 8

Dari beberapa konfigurasi di atas, ilmuwan Lewis dan Kossel menarik kesimpulan bahwa konfigurasi elektron pada atom akan stabil saat atom memiliki elektron terluar 2 ( duplet) dan 8 (oktet) yang dikenal dengan istilah aturan oktet. 

Ikatan kimia ditentukan oleh elektron pada kulit terluar dari suatu atom. Macam macam ikatan kimia yaitu :

1. Ikatan ion ( Elektrovalen )

Ikatan yang terbentuk karena adanya perpindahan atau transfer elektron dari suatu atom ke atom yang lain. Hal ini terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi atau keeletronegativitas rendah melepas elektron valensi sehingga terbentuk ion positif (karena kehilangan elektron) dan atom atom unsur lain yang memiliki afinitas elektron atau keeletronegativitas besar menerima elektron sehingga terbentuk ion negatif (Ghalib, 2009). Pada umumnya, unsur yang mampu melepas elektron adalah unsur logam. Sedangkan unsur yang menerima elektron adalah unsur non logam.

Contoh 

💦 Ikatan pada senyawa NaCl

11 Na : 2, 8, 1

17 Cl : 2, 8, 7

   Na       Na⁺ + e⁻

(2,8,1)       (2,8)

    Cl   +  e⁻    →  Cl⁻

(2,8,7)               (2,8,8)

Na memiliki potensial ionisasi rendah dan berelektronegativitas rendah, sedangkan Cl memiliki afinitas elektron tinggi dan berelektronegativitas tinggi. Atom Na melepas 1 elektron dan atom Cl menerima 1 elektron. Sehingga antara ion Na⁺ dan Cl⁻ dengan adanya gaya tarik menarik elektrostatis akan membentuk senyawa NaCl.

💦 Ikatan pada senyawa Na₂O

11 Na : 2, 8, 1

₈O    : 2,6

  Na     →   Na⁺ + e⁻

(2,8,1)       (2,8)

  O   +  2e    →  O²⁻

(2,6)                 (2,8)

Untuk mencapai oktet, maka Na harus melepas 1 elektron dan menjadi kation Na⁺. Dan O akan menerima 2 elektron menjadi anion O²⁻. Sehingga reaksi yang terjadi yaitu :

 Na             →   Na⁺ + e⁻   (x2)

O   +  2e     →  O²⁻            (x1)

――――――――――――― +

2Na  + O    →   2Na⁺ + O²⁻  →Na₂O

Senyawa yang memiliki ikatan ion antara lain :

a. Golongan alkali ( IA ) [Kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)

    ex: NaF, KI, CsF

b. Golongan alkali (IA) [Kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)

    ex : Na₂S, Rb₂S, Na₂O

c. Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)

    ex : CaO. BaO, MgS


2. Ikatan Kovalen 

Ikatan Kovalen terbentuk karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron valensi antara dua atom atau lebih. Ikatan kovalen terjadi pada atom yang memiliki perbedaan keelektronegativitas kecil dan atom atomnya sukar diganti oleh atom yang lain. 
Senyawa senyawa yang berikatan secara kovalen mempunyai sifat :
a. Ikatan sangat Kuat
b. Sukar larut dalam air, namun mudah larut dalam pelarut organik ( Pikir, 1989).

Jenis ikatan Kovalen 
 

a. Ikatan Kovalen tunggal
example:
Ikatan antara dua atom H yang membentuk molekul H₂. Kedua atom yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil ( oktet ). Sehingga kedua atom H saling meminjamkan 1 elektronnya dan membentuk sepasang elektron yang dipakai bersama.

                                        H * + ⠂H → H *⠂H sehingga terbentuk struktur molekul H─H

b. Ikatan Kovalen rangkap dua
Ikatan yang terjadi antara atom dua atom O sehingga membentuk molekul O₂.
Konfigurasi elektron atom O
₈O = 2, 6
Dari konfigurasi elektron tersebut, untuk membentuk konfigurasi elektron yang stabil maka tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2. Sehingga kedua atom akan asaling meminjamkan 2 elektron dan kedua atom dapat menggunakan 2 pasang elektron secara bersama sama.



c. Ikatan kovalen rangkap tiga
example :
Ikatan yang terjadi antara dua atom N yang akan membentuk molekul N₂.
Konfigurasi elektron atom N
₇N = 2, 5
Atom N memiliki elektron valensi 5. Sehingga diperlukan 3 elektron untuk membentuk konfigurasi elektron yang stabil. Saat berikatan, kedua atom N akan saling meminjamkan 3 pasang elektron untuk digunakan secara bersama sama. 


3. Ikatan Kovalen Koordinasi
4. Ikatan Logam 

Dari 2 jenis ikatan kimia yang sudah dibahas, perbedaan dasar dari senyawa yang memiliki ikatan ion dan ikatan kovalen yaitu : 
sumber : Ghalib,2009
Semoga Bermanfaat 😊

Amankah Bahan Pengawet Asam Benzoat?


Pengawet sejatinya berfungsi sebagai pengendali tumbuhnya mikroorganisme dalam suatu produk sehingga produk tersebut mempunyai daya simpan yang lebih panjang. Bahan tambahan pangan ini biasanya ditambahkan ke dalam makanan yang mudah rusak atau makanan yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur. 
Pada dasarnya, penambahan pengawet memiliki beberapa tujuan diantaranya:
  1. Mampu menghambat laju pertumbuhan suatu mikroorganisme pada makanan baik bersifat patogen atau nonpatogen
  2. Mampu memperpanjang masa simpan suatu produk
  3. Tidak mempengaruhi kualitas gizi, rasa, bau, warna dari produk yang diawetkan.
Menurut aturan BPOM pasal 3, Jenis Bahan tambahan Pengawet yang diperbolehkan diantaranya :
1. Asam sorbat dan garamnya (Sorbic acid and its salts)
2. Asam benzoat dan garamnya (Benzoic acid and its salts)
3. Etil para-hidroksibenzoat (Ethyl para-hydroxybenzoate)
4. Metil para-hidroksibenzoat (Methyl para-hydroxybenzoate)
5. Sulfit (Sulphites)
6. Nisin (Nisin)
7. Nitrit (Nitrites)
8. Nitrat (Nitrates)
9. Asam propionat dan garamnya (Propionic acid and its salts)
10. Lisozim hidroklorida (Lysozyme hydrochloride).

Salah satu contoh BTP Pengawet yang sering digunakan dalam makanan dan minuman yaitu Asam Benzoat dengan rumus kimia C7H6O2 (atau C6H5COOH)


Struktur kimia asam benzoat

Pada dasarnya, setiap pengawet memiliki tingkat keefektifan pada pH yang berbeda. Asam benzoat efektif bekerja pada pH 2,5-4,0. Karena kelarutan garamnya lebih besar, sehingga biasa digunakan dalam bentuk garam Na-benzoat. Natrium benzoat lebih efektif menghambat khamir dan bakteri bila dibandingkan dengan kapang (Fennema, 1996).

Batas penggunaan maksimum asam banzoat dalam minuman ringan adalah 600 mg/kg ( Permenkes RI. No.722/MenKes/Per/IX/88). sedangkan menurut BPOM, ADI natrium benzoat adalah 0-5 mg/kg berat badan.

Asam  Benzoat sedikit ditemukan dalam plum, tomat, cinnamon, cengkeh dan apel. Asam Benzoat merupakan bahan pengawet pertama yang diijinkan oleh FDA dalam penggunaan produk makanan (Stanojevic et al, 2009)

Untuk download lebih lengkap mengenai aturan batas maksimal yang dapat digunakan berdasarkan aturan BPOM, bisa download

Semoga Bermanfaat..